May 30, 2023
slot online

Pada 24 Agustus 2021 lalu, Steam sudah jual games dengan judul Aliens: Fireteam Elite pada harga Rp319 ribu dan Rp559 ribu untuk versus deluxe edition. Untuk fans games atau film Alien, pasti banyak dari mereka langsung memikirkan masifnya gempuran Xenomorphs sang makhluk asing yang beringas dan tanpa ampun.

Nah, narasi tipikal dihidangkan dalam games terbaru ini kali. Sebagai sebuah team, kamu wajib lakukan pekerjaan atau visi beresiko di tengah-tengah garangnya makhluk asing. Games garapan Cold Iron Studios itu telah jalan dengan Unreal Engine 4 yang seharusnya di atas kertas sanggup mengangkat kualitas visual.

Sebelum kita lanjut artikel nya aku mau kasih tau kalian kalo ada situs game yang menarik, nama nya okeplay777 ,situs ini menyediakan berbagai game seru dan menyenangkan yang bisa kalian mainkan, situs ini juga sangat menguntungkan kalian, karna dengan bermain game disitus ini kalian bisa mendapatkan uang dan penghasilan, kalian penasaran ga sih? Yuk gabung sekarang juga rasakan keseruan dan keuntungan nya.

Apa Aliens: Fireteam Elite pantas untuk jadi koleksi? Saat sebelum beli games ini, kamu dapat membaca ulasan komplet di bawah ini. Oh, ya, ulasan ini kali memiliki kandungan spoiler, ya!

1. Berat narasi yang dapat dimengerti

Harus dianggap, saat sebelum peluncurannya, Aliens: Fireteam Elite memperoleh banyak asumsi miring dari beberapa fans di penjuru dunia, terhitung penulis. Bukan tanpa ada alasan, penulis sendiri cukup trauma dengan games awalnya, yaitu Aliens: Colonial Marines yang di-launching pada 2013 kemarin. Walau berlainan developer, tetap rasa skeptis itu tetap membekas.

Nach, ternyata, plot atau alur cerita games Alien ini kali lumayan menarik untuk di ikuti, lho. Kemungkinan belum capai tingkat yang sangatlah baik seperti DOOM Eternal. Tetapi, minimal Aliens: Fireteam Elite mampu meramu alur cerita yang semakin lebih memiliki bobot daripada saudara-saudaranya di masa silam. Pada dasarnya, kita akan hadapi beberapa kumpulan Xenomorphs yang menyebalkan.

Background dari narasi khusus ada di tahun 2202 ketika berada sebuah kasus misteri yang terjadi di Stasiun Katanga. Anehnya, awalnya stasiun itu telah dipandang remuk dan diprediksikan tidak ada kehidupan di situ. Tetapi, USS Endeavour sebagai yang menerima signal genting masih tetap mengirim pasukan khusus untuk lakukan visi penyidikan.

Sayang, aura menakutkan yang didatangkan masih demikian dangkal. Di menit awalnya saja, pemain harusnya berjibaku dengan beberapa puluh Xenomorphs yang lumayan gampang untuk dikalahkan. Jarang-jarang ada alien yang pelan-pelan dan serang kita secara tiba-tiba. Malah yang terdapat justru segerombolan alien di depan kita yang seakan menyerahkan diri untuk dihajar.

Tetapi, pada umumnya, alur cerita telah dibikin lebih bagus daripada perintisnya. Teknisnya, berharap dimengerti jika sebuah plot untuk games kooperatif jenis ini memanglah tidak bisa dibikin demikian dalam. Kita cuma diberikan tugas memberantas lawan dan meneruskan visi dari 1 titik di titik seterusnya.

2. Mainkan bersama teman-temanmu

Pertama kalinya mainkan Aliens: Fireteam Elite kemarin, penulis sebelumnya sempat menyamai games ini dengan Left 4 Dead, sebuah games multiplayer yang sama berusaha menjadi penyintas. Perbedaannya, dalam games Alien ini, kita akan diberi peluang saat lakukan personalisasi watak pada awal games.

Seterusnya, 3 orang, terhitung watak khusus, pasukan elite akan diberikan tugas lakukan visi untuk menyelidik, menghancurkan, dan berperang menantang Xenomorphs yang banyaknya tidak kurang lebih tersebut. Gameplay jenis ini sangat terasa kental dan linear dengan beberapa game sama.

Gerakan watak bisa juga kita mengatur dengan lumayan baik. Satu yang sayang, AI teman-kawanmu sangat terasa bodoh pada saat kamu mainkan model singgel-player. Saat enak-enak sedang mengincar kepala lawan, secara tiba-tiba, team kita ada di muka dan diam di situ. Peristiwa ini bukan hanya sekali, tetapi berulang-kali hingga membuat penulis cukup frustrasi.

Jalan keluarnya cuma dua. Pertama, bermainlah dengan multiplayer. Dengan ini, games bertambah hebat karena kamu dapat mengikutsertakan teman-temanmu dalam suatu team. Ke-2 , bila bermain sendiri, mengatur posisi watak khusus untuk ada di baris paling depan. Dalam kata lain, kamu jadi pimpinan team sekalian tameng untuk pasukanmu.

3. Tidak boleh memainkan pada PS5 dan Xbox Seri X

Bukan tujuan hati untuk menghasut beberapa gamer. Mengapa penulis merekomendasikan mainkan games ini di PC dan PS4? Itu karena kualitas grafis dari Aliens: Fireteam Elite termasuk standard, bahkan juga ketinggal bila dibanding beberapa game modern yang lain. Games besutan Cold Iron Studios ini dapat digerakkan di PC dengan RAM 8 GB dan cuma memerlukan sekitaran 30 GB penyimpanan.

Bila dimainkan pada konsol PS5 atau Xbox Seri X, grafis yang diperlihatkan akan condong serupa. Seandainyapun ada kenaikan, kemungkinan itu tidak berapa. Deskripsi Xenomorphs dapat diperlihatkan cukup bagus dengan semua detilnya. Tetapi, pada beberapa kasus, setumpukan-tumpukan segerombolan alien terkadang seperti terlihat grafis zaman 2015-an.

Bagaimana bila dibanding Aliens: Colonial Marines? Terang cukup berbeda jauh. Bagaimana juga, grafis Aliens: Fireteam Elite yang berjalan pada Unreal Engine 4 masih lumayan membesarkan hati walau tidak seheboh beberapa game luar angkasa yang lain, seperti DOOM Eternal, Star Wars: Squadrons, dan kemungkinan Halo Infinite yang gagasan launching Desember 2021 kedepan.

4. Kualitas audio yang umum saja

Kemungkinan ini relatif, tapi penulis tidak memperoleh pengalaman audio yang mengagumkan sepanjang mainkan games ini. Entahlah itu memakai earphone atau mungkin tidak, audio yang dibuat dirasakan garing dan biasa-biasa saja. Aura horor dan mendebarkan pun tidak didapat karena musiknya dipandang kurang memberikan dukungan.

Belum juga bila harus dengarkan audio dari pengisi suaranya, masing-masing watak akan kedengar datar dan kurang menghayati sesuai keadaan yang terdapat. Misalkan, di saat gerombolan Xenomorphs garang serang dengan beringas, suara dari watak team dan komandan di pusat kontrol akan kedengar biasa-biasa saja seakan tidak ada apa-apa.

Maka tidak boleh berharap audio dalam Aliens: Fireteam Elite akan sedahsyat Gears 5 yang telah di-launching pada 2019 lalu untuk PC dan Xbox. Walau tidak dikelompokkan buruk-buruk sangat, masih tetap benar-benar sayang bila lingkungan yang dark dan menakutkan cuma disertai oleh audio dan suara watak yang datar.

5. Dapat bangunkan memory fans

Satu perihal yang jelas dirasakan oleh penulis, sepanjang mainkan games ini, penulis sudah rasakan kenangan yang cukup intensif mengenai cerita-kisah legendaris alien Xenomorphs di masa silam. Sekitaran 3 atau 4 jam permainan, penulis sudah dibikin lupakan kekurangan tehnis di mana-mana.

Kamu terus akan jalan telusuri lorong-lorong stasiun luar angkasa yang gelap tanpa perduli secara jeleknya audio dan AI dari pasukanmu. Tetapi, bila harus jujur, permasalahan grafis, audio, dan AI ialah minus paling besar dalam games ini. Menghidupkan memory masa silam terkadang dirasakan tidaklah cukup kuat untuk games modern untuk merampas hati fans.

Well, waralaba besar Alien kemungkinan telah terlanjur dikenali lewat beberapa karya filmnya yang fantastis dan legendaris. Dalam masalah ini, seri games yang dibikin sebenarnya cuma dipandang seperti pendamping minimalis untuk banyak fans di dunia. Pasti tidak gampang untuk sutradara untuk membikin narasi games yang didasari pada waralaba bernama keren.

Keseluruhannya, score akhir yang dapat diberi oleh penulis ialah 3/5. Untuk penulis, kenangan semakin lebih prima pada saat disertai grafis, alur cerita, dan audio yang serupa baiknya.

Okeplay777 adalah agen slot online terbesar dan terpercaya seindonesia, tersedia berbagai game yang pastinya seru untuk dimainkan juga terdapat bonus bonus menarik yang bisa kalian dapatkan setiap harinya, gabung sekarang juga, dan nikmati keuntungan serta bonusnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *